29 Tempat Wisata di Dieng Terbaru 2026 yang Hits, Estetik dan Cocok untuk Liburan

Dieng selalu punya alasan untuk membuat wisatawan kembali. Dataran tinggi yang membentang di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara ini menghadirkan perpaduan pegunungan, telaga vulkanik, kawah aktif, kompleks candi kuno, perkebunan hingga desa-desa yang hampir setiap pagi diselimuti udara dingin. Pemandangannya pun berubah mengikuti waktu. Pagi identik dengan lautan awan dan golden sunrise, siang menghadirkan hijaunya perbukitan, sementara menjelang petang kabut perlahan turun dan memberikan atmosfer khas pegunungan yang sulit ditemukan di destinasi perkotaan.

Liburan ke Dieng pada 2026 semakin menarik karena pilihannya tidak berhenti pada Telaga Warna, Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Wisatawan dapat mengejar matahari terbit dari Bukit Sikunir, memandang dua telaga dari Batu Pandang Ratapan Angin, melihat Air Terjun Sikarim yang jatuh di antara tebing hijau, menikmati perkebunan teh Tambi, hingga mencoba trekking menuju Gunung Prau. Ada pula sejumlah telaga yang lebih tenang seperti Merdada dan Dringo bagi wisatawan yang ingin menjauh sebentar dari pusat keramaian Dieng.

Hal terpenting ketika menyusun itinerary Dieng adalah tidak memasukkan terlalu banyak tempat dalam satu hari. Jarak antardestinasi memang terlihat dekat di peta, tetapi jalan pegunungan, kabut dan banyaknya spot menarik sering membuat perjalanan memerlukan waktu lebih panjang. Untuk pengalaman yang lebih nyaman, kelompokkan perjalanan berdasarkan wilayah dan jenis wisatanya. Berikut 29 tempat wisata di Dieng terbaru 2026 yang hits, estetik dan cocok untuk liburan, termasuk beberapa destinasi terdekat di sekitar kawasan Dieng Plateau.

1. Bukit Sikunir

Bukit Sikunir menjadi salah satu tempat paling terkenal untuk mengejar golden sunrise di Dieng. Wisatawan biasanya mulai berdatangan ketika langit masih gelap dan melakukan pendakian singkat menuju area puncak.

Ketika cuaca cerah, perlahan muncul warna jingga keemasan di balik jajaran pegunungan. Siluet Gunung Sindoro, Sumbing dan gunung-gunung lainnya membuat panorama pagi terlihat semakin dramatis.

Jalur menuju puncak relatif bersahabat bagi wisatawan yang terbiasa berjalan, tetapi udara dini hari bisa sangat dingin. Jaket tebal, alas kaki nyaman dan penerangan pribadi sebaiknya dipersiapkan.

Cocok untuk: sunrise, trekking, pasangan, fotografi dan adventure.

Alamat: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

2. Telaga Cebong

Selesai menikmati sunrise Sikunir, jangan langsung meninggalkan Desa Sembungan. Di bawah bukit terdapat Telaga Cebong yang menjadi bagian penting dari lanskap desa.

Telaga yang dikelilingi lahan pertanian dan perbukitan ini terlihat cantik pada pagi hari. Kabut tipis terkadang masih menggantung di permukaan air dan menciptakan suasana yang tenang.

Area di sekitar telaga juga sering menjadi titik berkemah bagi wisatawan yang ingin berada lebih dekat dengan jalur menuju Sikunir.

Cocok untuk: camping, keluarga, fotografi, sunrise dan wisata santai.

Alamat: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

3. Telaga Warna Dieng

Telaga Warna merupakan salah satu ikon utama wisata Dieng. Keunikannya berasal dari kandungan mineral dan sulfur yang membuat warna permukaan air dapat terlihat berbeda mengikuti kondisi cahaya.

Dikelilingi pepohonan dan perbukitan, suasana di tepian telaga terasa sejuk. Pemandangan semakin menarik ketika sinar matahari mulai menembus kabut.

Selain melihat telaga dari dekat, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju titik yang lebih tinggi untuk mendapatkan panorama kawasan dari atas.

Cocok untuk: keluarga, pasangan, fotografi dan wisata alam.

Alamat: Jl. Telaga Warna, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

4. Telaga Pengilon

Telaga Pengilon berada berdampingan dengan Telaga Warna tetapi mempunyai karakter yang berbeda.

Nama Pengilon berkaitan dengan kata dalam bahasa Jawa yang berarti cermin. Permukaan airnya relatif jernih dan ketika kondisi tenang dapat memantulkan lingkungan di sekitarnya.

Berjalan di kawasan Telaga Warna dan Pengilon menjadi aktivitas santai yang menyenangkan setelah mengejar sunrise.

Cocok untuk: fotografi, keluarga, jalan santai dan pencinta alam.

Alamat: Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

5. Batu Pandang Ratapan Angin

Jika ingin melihat Telaga Warna dan Telaga Pengilon sekaligus, Batu Pandang Ratapan Angin menjadi salah satu tempat terbaik.

Posisinya berada lebih tinggi sehingga dua telaga terlihat berdampingan dengan perbukitan sebagai latar belakang. Panorama inilah yang membuat Ratapan Angin menjadi salah satu spot foto paling dikenal di Dieng.

Datang pagi hingga menjelang siang ketika cuaca cerah biasanya memberikan jarak pandang lebih baik.

Cocok untuk: pasangan, fotografi, panorama dan keluarga.

Alamat: Jl. Dieng KM 2, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

6. Dieng Park

Dieng Park menawarkan cara berbeda untuk menikmati panorama Telaga Warna dan perbukitan Dieng.

Kawasan ini mempunyai sejumlah titik pandang, area foto dan tempat bersantai yang menghadap langsung ke bentang alam pegunungan. Pemandangan dari ketinggian menjadi daya tarik terbesarnya.

Tempat ini cocok untuk wisatawan yang menginginkan panorama cantik tanpa harus melakukan trekking panjang.

Cocok untuk: keluarga, pasangan, fotografi dan panorama.

Alamat: Jl. Telaga Warna, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

7. Kawah Sikidang

Kawah Sikidang menghadirkan sisi vulkanik Dieng yang sangat mudah diamati.

Asap putih, tanah berwarna pucat dan aktivitas geotermal menciptakan lanskap yang berbeda dari hijaunya perbukitan di sekitarnya. Salah satu daya tariknya adalah jalur boardwalk yang memungkinkan wisatawan berjalan melintasi kawasan sambil menikmati panorama kawah.

Aroma belerang dapat terasa cukup kuat. Wisatawan yang sensitif sebaiknya membawa masker dan mengikuti batas aman yang sudah disediakan.

Cocok untuk: keluarga, wisata geologi, fotografi dan edukasi.

Alamat: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

8. Kompleks Candi Arjuna

Candi Arjuna menghadirkan suasana yang berbeda dari wisata alam Dieng. Kompleks candi Hindu kuno ini berdiri di tengah hamparan rumput dengan perbukitan sebagai latar belakang.

Pagi hari memberikan atmosfer yang sangat menarik. Kabut terkadang menyelimuti kawasan sehingga bangunan candi terlihat muncul perlahan di antara udara dingin.

Kawasan Candi Arjuna juga mempunyai hubungan erat dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat Dieng.

Cocok untuk: sejarah, budaya, keluarga, fotografi dan edukasi.

Alamat: Karangsari, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

9. Candi Gatotkaca

Tidak jauh dari kompleks utama terdapat Candi Gatotkaca yang dapat dimasukkan dalam perjalanan sejarah Dieng.

Bangunannya berdiri di tengah kawasan terbuka sehingga detail arsitektur terlihat jelas. Suasananya biasanya lebih sederhana dibandingkan keramaian kompleks Candi Arjuna.

Kunjungan ke sini juga mudah digabungkan dengan Museum Kailasa.

Cocok untuk: wisata sejarah, fotografi dan edukasi.

Alamat: Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

10. Candi Bima

Candi Bima mempunyai bentuk arsitektur yang cukup berbeda dari beberapa candi lain di Dieng.

Bangunannya berdiri sendiri dan memiliki detail bagian atap yang khas. Karena berada dekat jalur menuju Kawah Sikidang, wisatawan dapat menggabungkan keduanya dalam satu perjalanan.

Tempat ini tidak membutuhkan waktu terlalu lama, tetapi menarik untuk melengkapi eksplorasi sejarah Dieng.

Cocok untuk: sejarah, budaya, fotografi dan keluarga.

Alamat: Jl. Dieng No. 37, Karangsari, Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

11. Candi Dwarawati

Candi Dwarawati cocok bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Dieng yang sedikit lebih tenang.

Lokasinya berada di kawasan perbukitan Dieng Kulon dan dikelilingi lingkungan yang masih terasa alami. Bangunan batu kuno berpadu dengan hijaunya dataran tinggi sehingga menghasilkan suasana menarik untuk fotografi.

Tempat ini dapat menjadi alternatif setelah mengunjungi kompleks Candi Arjuna.

Cocok untuk: sejarah, fotografi, jalan santai dan wisata budaya.

Alamat: Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

12. Museum Kailasa

Setelah melihat berbagai candi, Museum Kailasa membantu wisatawan memahami cerita di balik peninggalan Dieng.

Museum menyimpan informasi mengenai sejarah, arkeologi, kehidupan masyarakat dan perkembangan kawasan Dieng. Dengan berkunjung ke sini, perjalanan menuju kompleks candi terasa lebih lengkap.

Tempat ini juga cocok untuk keluarga yang ingin memberikan pengalaman edukatif kepada anak.

Cocok untuk: keluarga, sejarah, edukasi dan budaya.

Alamat: Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

13. Telaga Merdada

Telaga Merdada menawarkan suasana yang lebih tenang dibandingkan Telaga Warna.

Bentang telaga yang luas dikelilingi lahan pertanian dan perbukitan sehingga memberikan kesan alami. Ketika kabut turun, suasananya berubah menjadi semakin dramatis.

Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencari sisi Dieng yang tidak terlalu dipenuhi aktivitas wisata.

Cocok untuk: fotografi, pasangan, wisata alam dan slow travel.

Alamat: Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

14. Telaga Dringo

Telaga Dringo sering disebut sebagai salah satu telaga yang menawarkan suasana lebih tersembunyi di kawasan Dieng.

Lokasinya berada di antara perbukitan dengan lingkungan hijau yang membuat suasana terasa tenang. Kabut yang turun di sekitar telaga dapat memberikan panorama yang sangat estetik.

Akses menuju kawasan perlu diperhatikan terutama saat musim hujan karena kondisi jalan dapat berubah.

Cocok untuk: camping, adventure, fotografi dan pencinta alam.

Alamat: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

15. Kawah Candradimuka

Nama Candradimuka mengingatkan pada cerita pewayangan, tetapi di Dieng tempat ini merupakan kawasan geotermal yang nyata.

Wisatawan dapat melihat aktivitas panas bumi berupa uap dan sumber air panas yang muncul dari tanah. Lingkungannya terasa lebih alami dan berbeda dari Kawah Sikidang.

Karena merupakan kawasan geotermal, selalu ikuti jalur yang aman dan jangan mendekati titik panas secara sembarangan.

Cocok untuk: wisata geologi, adventure, fotografi dan edukasi.

Alamat: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

16. Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda merupakan fenomena geologi berupa lubang besar yang terbentuk secara alami.

Dinding curam dan air yang berada jauh di bawah memberikan karakter yang cukup dramatis. Tempat ini juga mempunyai berbagai cerita dan kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat Dieng.

Area pengamatan sudah menjadi bagian utama kunjungan sehingga wisatawan tidak perlu mendekati tepi yang berbahaya.

Cocok untuk: wisata geologi, budaya, fotografi dan road trip.

Alamat: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

17. Savana Pangonan

Savana Pangonan menawarkan perubahan lanskap dari telaga dan kawah menjadi hamparan padang rumput.

Kawasan ini berada di sekitar Gunung Pangonan dan membutuhkan perjalanan trekking untuk mencapainya. Ketika kondisi vegetasi sedang hijau, panorama lembah terlihat sangat cantik.

Suasana terbuka dan perbukitan di sekeliling membuat tempat ini menarik untuk fotografi lanskap.

Cocok untuk: trekking, adventure, fotografi dan pencinta alam.

Alamat: Karangsari, Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

18. Gunung Prau

Gunung Prau menjadi salah satu tujuan pendakian paling populer di sekitar Dieng.

Gunung ini dikenal dengan panorama sunrise dan jajaran gunung yang terlihat dari area puncak ketika cuaca cerah. Bukit-bukit kecil di bagian atas juga menciptakan lanskap yang sangat fotogenik.

Pendakian membutuhkan persiapan lebih serius dibandingkan wisata Sikunir. Perlengkapan, kondisi fisik dan cuaca perlu diperhatikan sebelum naik.

Cocok untuk: pendakian, camping, sunrise, adventure dan fotografi.

Alamat: Jalur Patak Banteng, Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

19. Curug Sikarim

Curug Sikarim menghadirkan salah satu panorama air terjun paling menarik di sekitar Dieng.

Aliran air turun dari tebing tinggi yang dikelilingi vegetasi hijau. Ketika debit air sedang bagus, air terjun terlihat semakin dramatis dari kejauhan.

Perjalanan menuju Sikarim juga menawarkan panorama perkebunan dan perbukitan khas dataran tinggi.

Cocok untuk: keluarga, road trip, fotografi dan wisata alam.

Alamat: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

20. Telaga Menjer

Telaga Menjer cocok dikunjungi ketika perjalanan turun dari kawasan utama Dieng menuju Wonosobo.

Telaga luas yang dikelilingi perbukitan ini menawarkan suasana lebih hangat dibandingkan dataran tinggi Dieng. Air yang tenang dan hijaunya pegunungan membuat pemandangan terasa menenangkan.

Pengunjung dapat menikmati panorama dari tepian atau mencoba pengalaman berkeliling telaga ketika layanan perahu tersedia.

Cocok untuk: keluarga, pasangan, fotografi dan wisata santai.

Alamat: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56353.

21. Kebun Teh Tambi

Hamparan tanaman teh yang tersusun mengikuti kontur perbukitan menjadikan Kebun Teh Tambi salah satu tempat menarik untuk berhenti sebelum atau sesudah menuju Dieng.

Pagi hari menjadi waktu terbaik karena udara masih segar dan kabut terkadang menggantung di atas perkebunan.

Berjalan di antara hamparan teh memberikan suasana berbeda setelah beberapa hari menjelajahi kawah dan telaga.

Cocok untuk: keluarga, pasangan, agrowisata, fotografi dan jalan santai.

Alamat: Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

22. Watu Angkruk

Watu Angkruk berada di jalur menuju Dieng dan menawarkan panorama pegunungan tanpa memerlukan trekking panjang.

Tempat ini cocok dijadikan pemberhentian ketika perjalanan menuju dataran tinggi. Pada pagi hari, wisatawan berkesempatan menikmati pemandangan lembah dengan kabut atau awan tipis.

Jika cuaca cerah, jajaran pegunungan terlihat semakin jelas.

Cocok untuk: sunrise, keluarga, fotografi dan road trip.

Alamat: Jl. Dieng, Sidorejo, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

23. Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng merupakan salah satu tempat klasik untuk menikmati panorama sebelum mencapai pusat Dieng.

Dari ketinggian, wisatawan dapat melihat lembah, permukiman dan lahan pertanian yang memenuhi lereng pegunungan.

Pagi menjadi waktu favorit karena cahaya matahari muncul perlahan di balik pegunungan.

Cocok untuk: sunrise, road trip, keluarga dan fotografi.

Alamat: Sidorejo, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

24. Bukit Skoter

Bukit Skoter menawarkan panorama Dieng dari perspektif yang lebih tinggi.

Dari kawasan bukit, permukiman Dieng terlihat di antara perbukitan dan lahan pertanian. Tempat ini menarik untuk menikmati pagi maupun menjelang sore.

Bagi wisatawan yang ingin camping tanpa melakukan pendakian gunung panjang, kawasan bukit juga menjadi pilihan yang menarik.

Cocok untuk: camping, fotografi, pasangan dan panorama.

Alamat: Krajan, Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

25. Dieng Plateau Theater

Dieng Plateau Theater cocok dikunjungi pada awal perjalanan untuk memahami kawasan Dieng sebelum mengeksplorasinya.

Wisatawan dapat mengenal cerita mengenai kondisi geologi, sejarah dan kehidupan masyarakat di dataran tinggi.

Lokasinya juga dekat dengan Batu Pandang Ratapan Angin sehingga keduanya mudah dikunjungi dalam satu rute.

Cocok untuk: keluarga, edukasi, wisata geologi dan sejarah.

Alamat: Jl. Dieng, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

26. Gua Semar

Gua Semar mempunyai karakter yang berbeda karena berkaitan erat dengan cerita spiritual dan tradisi masyarakat.

Kawasan gua berada di lingkungan Telaga Warna dan dikelilingi pepohonan. Suasananya cenderung lebih tenang dibandingkan spot panorama terbuka.

Pengunjung sebaiknya tetap menjaga sikap dan menghormati masyarakat yang menggunakan kawasan untuk kegiatan spiritual.

Cocok untuk: wisata budaya, sejarah lokal dan perjalanan spiritual.

Alamat: Kawasan Telaga Warna, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

27. Tuk Bimo Lukar

Tuk Bimo Lukar merupakan mata air yang memiliki hubungan dengan cerita tradisional Dieng.

Tempatnya tidak sebesar Telaga Warna atau Kawah Sikidang, tetapi menarik untuk wisatawan yang ingin memahami sisi budaya kawasan.

Air mengalir dari sumber yang dikelilingi lingkungan hijau sehingga suasananya terasa sejuk dan tenang.

Cocok untuk: budaya, wisata sejarah lokal, fotografi dan perjalanan santai.

Alamat: Kalilembu, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

28. Telaga Balekambang

Telaga Balekambang berada tidak jauh dari kawasan percandian Dieng dan dapat menjadi tambahan ketika melakukan perjalanan sejarah.

Lingkungan telaga menawarkan pemandangan sederhana dengan udara pegunungan yang sejuk. Karena tidak sepopuler Telaga Warna, suasananya dapat terasa lebih santai.

Lokasinya strategis untuk digabungkan dengan Candi Arjuna dan kawasan Dieng Kulon.

Cocok untuk: jalan santai, keluarga, fotografi dan wisata alam.

Alamat: Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.

29. Titik 0 Dieng

Titik 0 Dieng cocok dijadikan penutup sekaligus spot sederhana untuk menandai perjalanan ke dataran tinggi ini.

Lokasinya berada di pusat kawasan wisata sehingga mudah ditemukan ketika berpindah antara Dieng Wetan dan Dieng Kulon. Lingkungan sekitarnya juga dekat dengan penginapan, warung dan berbagai kebutuhan wisatawan.

Tempat ini tidak membutuhkan waktu khusus. Berhenti sebentar untuk mengambil foto kemudian lanjut menjelajahi Dieng sudah cukup.

Cocok untuk: fotografi, keluarga, road trip dan penanda perjalanan.

Alamat: Jl. Dieng–Jl. Telaga Warna, Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

Dieng, Liburan yang Selalu Punya Cerita Berbeda

Dieng bukan destinasi yang ideal untuk dinikmati dengan terburu-buru. Perubahan cuaca, kabut yang datang tiba-tiba, matahari terbit dari balik pegunungan hingga suasana desa pada malam hari justru menjadi bagian dari pengalaman. Ada kalanya pemandangan tertutup kabut, tetapi beberapa menit kemudian langit terbuka dan memperlihatkan perbukitan yang sebelumnya sama sekali tidak terlihat. Karakter seperti inilah yang membuat perjalanan ke Dieng terasa berbeda setiap kali datang.

Untuk liburan dua hari, hari pertama bisa difokuskan pada Sikunir, Telaga Cebong, Candi Arjuna, Kawah Sikidang dan Telaga Warna. Hari kedua dapat digunakan menuju Batu Pandang Ratapan Angin, Curug Sikarim, Kebun Teh Tambi dan Telaga Menjer. Jika mempunyai tiga hari atau lebih, tambahkan destinasi yang membutuhkan perjalanan khusus seperti Telaga Dringo, Kawah Candradimuka, Savana Pangonan atau pendakian Gunung Prau.

Satu hal yang tidak boleh diremehkan adalah udara Dieng. Pada periode tertentu suhu dini hari dapat turun sangat rendah dan fenomena embun es atau embun upas bisa muncul. Karena itu, jaket tebal, pakaian berlapis, sepatu nyaman dan kondisi kendaraan yang baik perlu dipersiapkan. Dengan itinerary yang tidak terlalu padat, Dieng pada 2026 tetap menjadi salah satu pilihan terbaik di Jawa Tengah untuk menikmati sunrise, telaga, kawah, sejarah, budaya dan panorama pegunungan dalam satu perjalanan.

Keyword Terkait

wisata Dieng 2026, tempat wisata di Dieng, wisata Dieng terbaru, wisata Dieng Wonosobo, wisata Dieng Banjarnegara, Bukit Sikunir, Telaga Warna Dieng, Kawah Sikidang, Candi Arjuna Dieng, Gunung Prau, Telaga Cebong, Batu Pandang Ratapan Angin, Curug Sikarim, Telaga Menjer, Telaga Dringo, wisata hits Dieng, wisata estetik Dieng, wisata keluarga Dieng, sunrise Dieng, liburan ke Dieng

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *